POJOK DISKUSI

Name

Januari 27, 2022

MEDIA ONLINE WARGA JATENG BERITANYA WARGA JAWA TENGAH

Ketimbang Mengunci Diri, Coba Bepergian Seorang Diri

KejoraMuria. Com – Sebagian besar orang merasa takut ketika dalam posisi sendiri. Kemanapun sangat jarang ditemui seseorang yang berjalan, bepergian tanpa didampingi kawan. Ya tentu selain tindakan itu beresiko juga karena akan terasa sangat sepi.

Bisa dibilang saat seseorang ingin pergi seorang diri, maka ada hal yang benar-benar perlu dipikirkan. Entah itu lari dari masalah atau hal-hal menjadi buntu perlu dipecahkan. Tak jarang pilihan berisiko itu diambil, karena bingung dan tidak ada tempat untuk membaginya.

Di pandangan orang lain, bepergian seorang diri bisa jadi dinilai sebagai bentuk depresi pada suatu beban yang sedang dipikul. Alih-alih berdiam diri dan mengunci pintu kamar, adakalanya pergi menjadi pilihan lebih baik untuk memikirkan masalah.

Ketakutan akan masalah yang tengah dialami saat ini membuat seseorang yang depresi merasa bingung dan tidak dapat melakukan apapun. Bisa dibilang depresi menjadi hal perlu perhatian, karena sangat bisa mengganggu siklus kehidupan seseorang.

Adanya target dan tekanan-tekanan sekitar yang mengharapkan kenyataan seperti ekspektasi kerap membuat seseorang tertekan, bahkan disaat sudah melakukan hal terbaik akan selalu dipandang kurang oleh orang sekitar. Parahnya beban target dan tekanan harus dipikul seorang diri, dan memendam berat di dalam hati.

Sulit mendapatkan tempat untuk berbagi kerap dialami, tidak ada satupun orang yang dapat mengerti ketika seseorang dalam masalah dan tertekan. Orang-orang terdekat tidak dapat membuka kran pembicaraan dan justru memperparah keadaan tidak baik itu. Sulit bukan main untuk mencurahkan perasaan yang membebani karena khawatir curahan perasaan akan dianggap sebagai keluhan.

Baca juga  Urus Form A5, Warga Luar Kudus dapat Gunakan Hak Pilih

Perasaan semacam itu membuat seseorang merasa hidupnya tidak berguna dan terus bermasalah. Bukan sewaktu dua waktu namun perasaan itu tumbuh dan berkembang, bahkan berulang ketika proses hidup mencapai puncak dan jatuh begitu saja. Sayangnya orang-orang disekitar tidak peka.

Banyak penderita depresi yang cenderung menyendiri dalam artian mengunci diri dari keadaan sekitar. Kerap berada di kamar berhari-hari, menghindari kontak dunia luar, bahkan tidak membalas chat atau pesan hingga mengabaikan dirinya sendiri.

Dalam posisi ini ada hal yang dapat ditempuh ketika seseorang merasa sendiri dan dunia benar-benar tidak dapat diajak kompromi. Hal-hal yang tidak berpihak dan seolah menyudutkan diri sendiri, perasaan bersalah dan tidan berguna untuk kehidupan ini. Seseorang dapat mencoba untuk melakukan perjalanan seorang diri.

Ya, kenapa tidak menumpahkan perasaan dengan pergi beberapa hari sendiri tanpa diketahui orang lain? Tinggalkan hal-hal yang membebani, meskipun tidak ada jaminan beban itu menghilang. Setidaknya kamu akan tahu sejauh mana kamu dapat bertahan dalam keadaan sulit dan dipenuhi depresi.

Entah itu ke tempat wisata atau mendaki gunung, ke laut atau ke tempat yang jarang ada banyak orang, perjalanan itu harus dilalui seorang diri.

Berpergian sendiri intinya akan membuat kamu mengandalkan diri sendiri. Apapun yang terjadi selama perjalanan menjadi tanggungan pribadi. Apa-apa yang perlu dilakukan dalam kondisi sulit, keputusan-keputusan yang perlu diambil. Perasaan tertekan ketika bejalan sendiri, dan mengambil resiko yang mungkin saja bisa terjadi.

Baca juga  Kendala Sidalih, KPU Kudus Belum Tetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih HP-2

Melalui perjalanan kamu dapat memikirkan apa yang terjadi, mengapa itu terjadi, dan seberapa menyedihkannya perasaanmu saat harus menghadapinya seorang diri. Disaat orang terdekat tidak mempu mendengar jeritan beban masalah dalam hati. Lantas meyakini jika hidup ini benar-benar harus ditempuh seorang diri.

Perjalanan seorang diri kerap membuat seseorang mengalami hal-hal diluar kendali, memecahkan rasa takut seorang diri dapat mengukur seberapa kekuatan seseorang saat harus mengandalkan dirinya sendiri.

Dan ketika kamu berhasil melalui perjalanan seorang diri, kamu akan sadar jika kamu sangat bisa diandalkan untuk dirimu sendiri, dan tanpa orang lain peduli kamu tidak akan mati begitu saja. Perjalanan seorang diri akan menguatkan perasaan jika luka dari beban masalah yang selama ini ditanggung hanya melukaimu dan tidak akan membunuhmu.

Kita meski sepakat, jika diluar sana penderita depresi tidak sekedar mengunci diri. Sebagian bahkan menarik pelatuk pilihan untuk mengakhiri hidup karena merasa tidak ada yang peduli. Di saat itu, perlu diketahui jika kamu memiliki dirimu sendiri. Tidak perlu takut, adakalanya pergi menyendiri akan membantumu menyadari jika kamj sangat berarti. (*/ap)

Bagikan :