POJOK DISKUSI

Name

Oktober 20, 2021

MEDIA ONLINE WARGA JATENG BERITANYA WARGA JAWA TENGAH

Namanya Saja Akun Media Sosial Kok Diprivate?

KejoraMuria. Com – Jadi, kamu pasti pernah menemukan sebuah akun media sosial yang sengaja dibuat pengaturan private oleh sang empunya. Fitur private yang disediakan pada aplikasi media sosial Instagram, saya sebut tidak masuk akal.

Namanya juga media sosial tentu dipublik untuk diperlihatkan ke orang, ‘ngapa situ buat private’? Gak ditutup sekalian akunnya.

Sebenarnya akun instagram yang dibuat private tidak cuma dilakukan oleh kalangan elit atau orang-orang dengan ‘high level’ lah. Dari mulai kalangan pejabat, kalangan artis, orang-orang berpengaruh, hingga seleb instagram. Namun bahkan kita bisa lihat akun pribadi orang ‘biasa’ kadang dibuat private.

Konsekuensi dari akun instagram yang dibuat private penggunanya, bagi orang lain yang ingin melihat foto-foto postingan di akun tersebut. Mau tidak mau meski mengirim konfirmasi permintaan untuk mengikuti. Tidak otomatis mengikuti pas klik tombol “mengikuti” seperti akun terbuka biasanya.

Ya bisa disebut harus berteman dulu lah, baru bisa mengikuti, seperti aplikasi pertemanan Facebook. “Harus menunggu si empunya akun mau atau tidak diikuti olehmu, sob”. Kalau diterima kita bisa lihat postingan pemilik akun, kalau tidak, ya nasibmu!

Baca juga  43 Foto Wisata Kudus, Siap dilombakan

Beberapa kemungkinan bisa jadi alasan mengapa akun sengaja dibuat private. Sebut saja misal seseorang ‘kepingin’ akun mereka hanya bisa dilihat oleh orang dekat atau yang mereka kenal. “Maklum, beberapa orang diluar kadang berperilaku seperti ‘stalker’ yang bikin pemilik akun was-was”.

Perilaku ‘stalker’ atau penguntit istilahnya, merupakan  orang yang kerap mematai-matai pemilik akun. Biasanya ‘stalker’ memang sengaja mencari tahu apa yang sedang dilakukan dan dimana pemilik akun. Sebagian sekedar fans atau pengagum rahasia, sialnya kalau si ‘stalker’ adalah pribadi yang fanatik, pemilik akun bisa merasa terganggu.

Kasus-kasus penguntitan pun tak jarang kita temui. Di Korea Selatan bahkan ‘stalker’ atau tindakan menguntit seseorang bisa dikategorikan perilaku yang patut diwaspadai, lho.

Selain itu, tindakan mengatur akun instagram menjadi private juga kadang dilakukan sebagian orang karena takut foto-foto mereka dicuri atau diambil orang lain tanpa ijin. Itu bisa membuat rugi pemilik akun, apalagi jika foto yang diambil digunakan untuk tindakan yang tidak baik.

Tentu kita pernah mendengar kasus artis Indonesia ternama, Ruben Onsu yang mendadak naik pitam mendapati foto anaknya di sebuah akun instagram lain. Tidak tanggung-tanggung foto putri Ruben saat itu digunakan untuk jual beli bayi, sob. Waduh!

Baca juga  Penyakit Turun Berok Intai Pemain Alat Musik Tiup

Pasti ini bisa terjadi di kalangan orang-orang terkenal lainnya. Memang tidak bisa dipungkiri akses foto via instagram memudahkan orang untuk berbagi ke orang tersayang, tapi faktanya ada bahaya yang mengancam sebab mengunggah foto di instagram. Itu mending, misalnya foto di akun dicuri dan dibuat untuk melakukan tindak kriminal? Kan repot!

Dari segenap kekhawatiran di atas, tapi perbuatan membuat pengaturan private pada akun instagram tetap tindakan yang berlawanan dari istilah ‘media sosial’. Rencana awal media sosial dibuat, pasti dengan dalil mempermudah lalu lintas berbagi foto dan moment penting.

Ya namanya juga ‘media sosial’ harusnya bersosial menjadi ranah publik yang mengijinkan setiap orang bebas bersosial atau berinteraksi. Tapi fakta jika ada akun-akun yang sengaja dibuat private kadang ‘agak gedek juga’. Terlebih jika akun bukan milik orang ternama.

Namun, itu balik lagi ke pribadi orang. “Sekenceng-kencengnya gak suka istilah memprivatisasi akun media sosial” kita meski harus menerima tindakan itu sebagai hak pemilik akun, sob!. (*/ap)

Bagikan :