POJOK DISKUSI

Name

Oktober 20, 2021

MEDIA ONLINE WARGA JATENG BERITANYA WARGA JAWA TENGAH

Pakai Google Maps Sampai Masuk Jurang

KejoraMuria. Com – Sebagian besar orang pasti doyan jalan-jalan atau berpergian jauh ke luar kota. Khusus mereka yang tidak paham benar jalan, ada yang memilih jalan kota, namun ada pula pengendara yang mengikuti aplikasi Google Maps di handphone mereka.

Aplikasi pintar besutan Google menjadi jalan paling ampuh saat berada di jalan raya. Lebih-lebih jika tidak ada seorang yang dapat ditanyai jalur menuju tujuan kita. Tentunya selama masih ada sinyal internet.

Namun tidak selama Google Maps memberi jalur yang kita inginkan. Kadang kita juga mesti melewati jalur yang sepi atau bahkan jalan yang rusak. Itu mending, akan menjadi berbahaya ketika medan yang tidak kita ketahui harus dilalui saat malam hari.

Seperti nasib apes dialami Kurtono, warga asal Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Alih-alih mengikuti petunjuk jalan aplikasi, mobil Toyota Yaris miliknya justru masuk jurang sedalam 25 meter di daerah Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga  Namanya Saja Akun Media Sosial Kok Diprivate?

Kurtono menceritakan bagaimana bisa mobil yang dikendarainya itu masuk jurang. Dilansir Surya, meskipun mengalami luka ringan, tapi Kurtono mengalami kesakitan di bagian punggung belakang.

Kurtono mengaku berangkat dari Surabaya ke Malang untuk mencari bibit pohon hias dan liburan. Sebelumnya, Kurtono tidak pernah melewati daerah jurang Sendi ketika hendak bepergian ke Malang.

“Baru pertama kali lewat jurang Sendi melalui navigasi dari Google Maps tujuan saya ke Malang berlibur sama cari bibit pohon hias sama liburan,” ujarnya.

Nasib Kurtono bisa jadi lebih buruk jika dia tidak menggunakan sabuk pengaman. Pasalnya mobil juga diduga mengalami rem blong saat jalanan menurun.

“Mungkin beda cerita kalau saya tidak memakai sabuk pengaman dan airbag pada mobil saya tidak mengembang secara otomatis,” katanya.

Baca juga  Mahasiswa UMK Kembangkan Sistem Pengirim Informasi Lokasi Kecelakaan

Saksi mata kecelakaan tersebut, Udin (40) menyebut sebelum masuk ke jurang mobil sempat menabrak ke tiang pembatas.

Pada saat menuruni turunan jurang sendi, kata Udin, sopir diduga tidak bisa menguasai kemudi sopir karena kampas rem mengalami panas karena sering diinjak. 

“Mobil menabrak sisi kanan pohon di sekitar jurang sendi. Akibatnya, mobil oleng.” ujarnya.

Untung saja Kastono mengalami luka ringan dan segera dibawa ke Puskesmas Pacet, meskipun mobil yang ditungganginya ternyata tidak tercover asuransi.

Peristiwa tentu harus menjadi bahan pertimbangan bagi pengendara yang hendak mengambil jalur-jalur alternatif di Google Maps. Apalagi tak paham jalur, dan kondisi malam hari. Jelas sangat berbahaya. Jangan sampai keinginan cepat sampai tujuan justru membahayakan nyawa. (*/ap)

Bagikan :